
Pekerjaan tambahan menunggu Persela Lamongan. Mereka tidak hanya bertugas mempersiapkan tim guna menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2010-2011. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut juga harus memperhatikan sarana dan fasilitas lapangan latihan. Hal itu menjadi syarat mutlak sebagai tim peserta ISL.
Apalagi, PT Liga Indonesia (LI) mewajibkan Persela memenuhi syarat tersebut untuk musim kompetisi 2010-2011. Jika tidak, PT LI akan menjatuhkan sanksi.Itu terjadi menyusul surat hasil verifikasi AFC (Federasi Sepak Bola Asia) beberapa waktu lalu. "Hasil verifikasi AFC soal Stadion Surajaya sudah tidak ada masalah. Tapi, untuk lapangan latihan, diwajibkan untuk dipenuhi," ungkap Bendahara Persela Yuhronur kemarin (18/7).
Karena muncul surat teguran seperti itu, lapangan di Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, tersebut harus segera direnovasi. Lapangan yang sudah dilengkapi dengan pagar itu akan segera diuruk. "Mudah-mudahan, dalam pelaksanaan ISL nanti, (lapangan di Deket Wetan) sudah bisa kami manfaatkan," terang Yuhronur.
Hanya menurut pantauan, rencana itu sulit terealisasi. Sebab, untuk menguruk lapangan yang kondisinya sekarang lebih rendah daripada drainase (saluran air) tersebut membutuhkan tanah uruk yang tak sedikit.
Bisa saja hal tersebut dilakukan. Namun, untuk penanaman rumput hingga tertata sesuai dengan standar yang ditentukan sangat mungkin tidak bisa dikerjakan hanya dalam waktu dua bulan. Jika tidak ada aral, ISL 2010-2011 digelar mulai 18 Oktober mendatang.
Sebagimana diberitakan, selama ini Persela melakoni latihan dan pertandingan resmi hanya di satu lapangan. Yaitu, Stadion Surajaya, Lamongan. Padahal, itu dilarang karena akan merusak lapangan, yang nanti berdampak pada pelaksanaan pertandingan resmi. Misalnya, lapangan menjadi lebih keras dan tidak rata. (idi/fiq/jpnn/c13/diq/jawapos)


