Menu Item: Home

Perang Bintang Pindah ke Malang

E-mail Print PDF
Sample image

Venue pertandingan Perang Bintang dipastikan berubah. Awalnya, laga itu bakal digeber di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Namun, PT Liga Indonesia akhirnya memutuskan untuk menggelar partai tersebut di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu (6/6).

Pemindahan itu memang dilakukan secara mendadak. Kemarin siang (2/6) Polda Metro Jaya tidak memberikan izin kepada PT Liga Indonesia (PT LI) menggelar pertandingan tersebut. Faktor Jakmania, suporter Persija, yang kerap berulah ketika mendukung tim pujaannya bertanding di Jakarta menjadi pertimbangan utama. ''Tadi (2/6) kami memang baru menerima pemberitahuannya. Kami langsung berkoordinasi dan memutuskan untuk menggelar laga di Malang,'' terang Joko Driyono, CEO PT LI, saat ditemui di kantornya kemarin.

Pria asal Ngawi itu mengungkapkan bahwa Malang dipilih karena tingginya animo yang ditunjukkan Aremania, suporter Arema. Kebetulan, laga tersebut bakal mempertamukan Arema sebagai juara Indonesia Super League (ISL) versus para pemain ISL pilihan. Laga tersebut juga diprediksi bakal dipenuhi Aremania. Apalagi, Aremania tengah dihinggapi pe­rasaan bangga setelah tim pujaannya menjuarai ISL kali pertama. Namun, pemindahan venue tersebut juga bakal mengurangi ''pesta'' yang sebelumnya dirancang. PT LI terpaksa mencoret beberapa agenda yang sedianya dijadikan pendamping laga tersebut. Di antaranya, olimpiade fans, one day football, dan laga allstar ISL U-21. ''Kemungkinan akan kami gelar saat final Piala Indonesia mendatang,'' jelas pria lulusan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya itu.

Dipindahnya laga Perang Bintang ke Malang disambut gembira pihak Arema. Ini disebabkan dari awal, manajemen dan panpel Arema sangat berharap pertandingan tersebut digelar di Malang.''Ini adalah cita-cita dari dulu karena sejak awal kami sudah mengajukan untuk menjadi tuan rumah laga Perang Bintang di Malang." ungkap asisten manajer tim Arema Rudy Soesamto saat dikonfirmasi.

''Laga Perang Bintang ini bisa menjadi bonus untuk panpel Arema. Kami yakin masyarakat Malang pasti senang dengan digelarnya laga Perang Bintang di Malang. Tim bisa lebih konsentrasi untuk memenangkan pertandingan itu," sambung pria yang juga pengusaha taksi ini. Kepastian digelarnya laga Perang Bintang di Malang ini diperoleh manajemen Arema kemarin sore. Padahal, menurut Rudy, kemarin pagi manajemen masih berkoordinasi denga PT Liga Indonesia terkait rencana keberangkatan Arema ke Jakarta.

''Jadi, sampai tadi siang itu, kami masih membicarakan rencana untuk datang ke Jakarta, sekaligus untuk memastikan daftar pemain Arema yang akan berangkat ke Jakarta. Tapi mendadak tadi sore, kami dihubungi bahwa laga perang bintang dipindah ke Malang," terang Rudy. Sedangkan untuk kepastian datangnya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga kemarin masih belum ada konfirmasi resmi. Kemungkinan, kedatangan SBY untuk menyerahkan trofi juara akan diwakilkan kepada menteri. ''Kemungkinan menteri yang datang, tidak masalah, yang penting pertandingan digelar di Malang. Ya, kalau presiden yang datang, tentu itu akan lebih bagus lagi," yakin Rudy akan segera melakukan koordinasi dengan panpel Arema.