
Merasa posisinya terpojok, PT Liga Indonesia dikabarkan akan menyiapkan tiga opsi dimana salah satunya mengabaikan keputusan Komisi Banding (Komding) PSSI terkait kasus WO (Walk Out) yang diterima oleh Persik Kediri.
Sebelumnya, Komdis PSSI telah menjatuhkan sanksi WO dan denda Rp 25 juta kepada Persik lantaran gagal menggelar pertandingan untuk menjamu lawannya, Persebaya Surabaya pada 29 April lalu.Kasus ini sendiri sama seperti apa yang diterima oleh tim Persija Jakarta saat tak mampu menjamu Persiwa Wamena di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 13 Maret sebelumnya. Tapi klub asal ibukota itu tidak mengajukan banding dan sanksi WO tetap mereka terima.
Sedangkan Persik, mereka mengajukan banding dan akhirnya diterima Komding yang menilai kasus Persik sedikit berbeda dengan Persija karena hal itu murni kesalahan dari pihak luar, yakni pihak keamanan yang takut akan terjadi kerisuhan yang melibatkan suporter Persebaya (bonek) dan bukan kesalahan dari Panpel Persik.
"Situasi ini sungguh menyulitkan kami karena dikeluarkan menjelang berakhirnya kompetisi. PT LI harus diberi kewenangan untuk memikirkan hal ini secara serius, karena tidak hanya menyangkut nasib Persik dan Persebaya saja, tapi juga tim lain (Pelita-red). Yang jelas, ada celah untuk mengabaikan keputusan Komding tersebut,” ujar Ketua PT LI, Joko Driyono.
LSI sendiri telah berakhir pada 30 Mei kemarin dan PT LI tak mungkin menggelar pertandingan setelah tanggal tersebut karena akan mencederai aspek fairplay.
Jika pada akhirnya pertandingan tersebut digelar, Persik minimal harus menang dengan tujuh gol untuk ke playoff, sementara Persebaya minimal menang dengan empat gol saja untuk unggul selisih gol dengan Pelita Jaya Karawang yang telah menggenggam tiket playoff.
Kebetulan, jika diantara keduanya meraih kemenangan, maka nilainya sama dengan Pelita yakni 39 poin.
Namun jika Persik tetap WO, maka Persebaya secara otomatis akan memperoleh kemenangan telak 3-0 dan gol ini sudah cukup untuk menggeser Pelita yang mau tak mau harus degradasi. Persebaya akan unggul dalam hal memasukkan-kemasukan (45-55) dari Pelita (42-53).
"Kami sudah menyiapkan tiga opsi menanggapi putusan Komding. Opsi pertama adalah mengabaikan keputusan tersebut, kedua tetap menggelar laga tersebut sesuai keputusan Komding, serta ketiga sulit menggelar pertandingan selepas tanggal 30 Mei, karena akan mencederai aspek fair play,'' tutup Joko.
Saat ini, PT LI belum menentukan kapan pertandingan itu bakal dilakukan. Joko sendiri mengatakan soal jadwal tersebut, pihaknya menyerahkan pada Persebaya. Yang jelas imbas dari pertandingan ulang ini, laga playoff juga molor.


