Menu Item: Home

Bonek Ditunggangi Kepentingan Politik?

E-mail Print PDF
Sample image

Tim investigasi kerusuhan Bonek rampung melakukan tugasnya. Dari sederet fakta yang terkumpul, muncul kenyataan mengejutkan indikasi adanya pihak yang menunggani suporter setia Persebaya Surabaya untuk kepentingan politik.

Tim investigasi kerusuhan Bonek rampung melakukan tugasnya. Dari sederet fakta yang terkumpul, muncul kenyataan mengejutkan indikasi adanya pihak yang menunggani suporter setia Persebaya Surabaya untuk kepentingan politik.

Dibentuknya tim investigasi oleh PSSI sebagai buntut dari tindakan nekat Bonek yang masih dalam masa hukuman namun tetap datang menonton laga Persib Bandung vs Persebaya 23 Januari lalu. Dan dalam perjalanannya ke Bandung, sejumlah bonek melakukan tindak kerusuhan yang merugikan masyarakat sekitar. Tenggat waktu dua minggu yang diberikan oleh PSSI pun telah dipenuhi oleh tim investigasi. Dari hasil penyelidikan ke beberapa daerah yang dilakukan oleh tim yang diketuai Rusdi Taher itu, mereka mendapatkan beberapa fakta soal bonek tersebut.

Pertama adalah masalah suporter sepakbola di Indonesia, khususnya bonek bukan lagi masalah intenal PSSI tapi sudah menyangkut aspek sosial. Serta harus diselesaikan secara komprenhensif, karena masalah kemiskinan, kemelaratan, kebodohan dan rendahnya tingkat kesadaran dari para suporter.

Kedua adalah tidak ada koordinasi antara sesama suporter dan juga antara pihak klub dan suporter yang menyebabkan suporter kadang berjalan tanpa ada pengawasan dari klub. Seperti yang terjadi pada Persebaya dan Bonek.

Ketiga adalah masalah suporter khususnya bonek tidak pernah usai dari tahun ke tahun dan cenderung makin bertambah. Ini bisa diartikan kalau Bonek tak dibina dengan baik oleh Persebaya. Tapi yang paling mengejutkan adalah pengakuan kalau bonek berjalan tidak lagi murni alias keluar dari koridor sepakbola.

"Dari penemuan di lapangan, bonek ini sudah tidak murni lagiĀ  dan keluar dari koridor sepakbola. Saya melihat bonek-bonek ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik," ujar Rusdi kepada wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Selasa (16/2/2010) sore WIB. Dan Rusdi pun menunjuk pihak Persebaya sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian yang tindakan nekat yang dilakukan bonek itu. Untuk soal hukuman, tim investigasi tak bisa berkomentar karena tim hanya memberikan rekomendasi kepada Komisi Disiplin (Komdis) yang bertugas menjatuhkan hukuman.

"Kami akan memberikan empat rekomendasi, namun baru tiga yang diterima oleh PSSI. Kalau memang masalah ini berkaitan PSSI, akan diserahkan ke badan peradilan PSSI. PSSI harus ambil keputusan di tingkat pusat dan daerah untuk pembinaan khususnya bonek serta sosialisasi peraturan PSSI kepada suporter," terang Rusdi. Soal keputusan banding yang diajukan oleh Persebaya untuk sanksi larangan tandang hingga 2014, denda Rp 200 juta ke PSSI serta Rp 50 juta ke Persib, menurut Rusdi yang juga Ketua Komisi Banding (Komding), akan diumumkan hasilnya, Rabu (17/2) besok.